ISOLASI BAKTERI
Oleh
Daniel Santara
4443090885
Dosen
Dr. Mustahal
Sakinah Haryati, M.Si.
Achmad Noer Kharim Putra, M.Si.
JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2011
_______________________________________________________
ABSTRACT
Practice of isolation bacteria on has been conducted hop 01 june 2011 in fishery achievement refinery Laboratory, chair of Fisheries, University of Sultan Ageng Tirtayasa. The isolation and identification of bacteria was carried out through morphology and biochemistry tests. The result of the study indicated that probiotic bacteria in the digestive tract of TSA, SWC, TCBS, EMBA, GYA.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada praktikum kali ini yang membahas tentang isolasi bakteri dari lingkungan akuatik, terdapat beberapa cara metode yang dapat digunakan untuk memperoleh biakan murni terhadap suatu sampel tertentu, yang diantaranya suatu tekhnik yang sering digunakan dalam pengisolasian bakteri merupakan suatu tekhnik cawan gores. Metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu dengan prinsip pengenceran suatu organisme sedemikian rupa, sehingga individu dari spesies dapat dipisahkan dari bahan utama yang lain dalam metode pengisolasian bakteri lainnya, dengan anggapan bahwa suatu koloni terpisah dari yang dapat tampak pada cawan petri setelah diinkuubasi yang berassal dari satu sel tunggal yang berbeda-beda.
Suatu mikro organisme seperti bakteri, fungi, protozoa, dan mikro organisme lainnya yang terdapat di lingkungan akuatik maupun pada lingkungan yang lainya, pada umumnya terdapat dalam suatu populasi campuaran yang dapat berbeda-beda. menurut Hadioetomo (1993), maka dengan hal itu untuk dapat mencirikan dan mengidentifikasi suatu spesies mikro organisme tertentu, pertama-tama suatu mikro organisme tersebut khususnya pada praktikum ini harus dapat terpisahkan dari mikro organisme lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, yang kemudian ditumbuhkan menjadi menjadi suatu biakan bakteri yang murni, dalam hal ini biakan murni sangatlah diperlukan karena suatu metode mikrobiologis yang akan digunakan dalam pengidentifikasian mikro organism sangat memerlukan suatu populasi yang terdiri dari satu macam mikro organisme saja.
Tujuan
Pada praktikum yang kita lakukan kali ini, berjudul tentang isolasi bakteri dari lingkungan akuatik memiliki tujuan untuk memepelajari cara mengisolasi bakteri dari lingkungan akuatik dengan metode penggoresan kwadran serta mengamati ciri-ciri koloni bakteri yang tumbuh.
METODOLOGI
Waktu
Praktikum isolasi bakteri dari lingkungan akuatik dilaksanakan pada hari rabu, 01 Juni 2011 dilaboratorium pangolahan hasil perikanan, pada waktu 13.00-15.00 WIB.
Alat dan Bahan
Pada praktikum isolasi bakteri dari lingkungan akuatik menggunakan alat alat seperti lampu Bunsen, cawan petri, jarum inokulum atau ose, korek api ,botol, lilin, tisyu, dan alcohol sebagai pensterilisasi, kaca penyebar, sedangkan bahan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah media TSA (untuk air kolam), SWC (untuk air laut),TCBS (untuk air laut, spesifik untuk bakteri vibrio), EMBA (untuk air sungai, spesifik bakteri E.coli), dan media GYA untuk fungi. Pada praktikum kali ini menggunakan sampel air keran, air aquarium B, insang ikan lele,usus ikan lele dan ikan peda.
Prosedur Kerja
Hal Pertama yang dapat dilakukan dalam praktikum ini dengan memulai menuliskan nama/kelompok, nama sampel, dan tanggal pada tutup cawan petri. Selanjutnya posisikan cawan petri dalam posisi terbalik, dan berikan tanda bergaris dengan menggunakan spidol dan bagilah seluruh area dasar cawan petri. jika telah menguasai teknik penggoresan ini dengan baik, maka pembagian semacam ini tidak perlu digambarkan lagi, kemudian label dapat dituliskan pada permukaaan luar dasar cawan petri sebagaimana seharusnya dan bukan pada tutup cawan petri. Pembagian sektor sebagaimana tergambar pada permukaan luar dasar cawan petri dan pembagian sektor sebagaimana tampak melalui tutup cawan petri. perhatikanlah bahwa sektor I kini diatas sedangkan sektor O ada disebelah kiri.
Dengan menggunakan lup inokulasi, pindahkanlah secara aseptik satu lup air sampel ( air sampel dan media sesuai tugas untuk kelompok anda) pada sektor O dan goreskanlah lup anda dengan membalikanya pada perrmukaan agar ( lakukanlah hal ini dengan cara membuka sedikit saja tutup cawan petri yang berlawanan dengan sektor O). Cara membuka tutup cawan petri selama penggoresan, bukalah sedikit tutup cawan petri tetapi tutup cawan petri tersebut harus tetap terletak diatas cawan. Sehingga dengan demikian medium steril dalam cawan terlindungi dari bakteri yang berasal dari udara.
Lalu pijarkan lup anda dan biarkan mendingin. Suhu lup dapat amati dengan cara menyentuhkannya pada permukaan agar bagian tepi yang belum di inokulasi. Bila mendesis artinya lup tersebut masih bersuhu panas. pemijaran lup dapat mematikan sel-sel yang tersisa padanya dan dengan demikian membantu pengenceran jumlah sel. Setelah itu goreskan lup anda ke sektor O disusul gerakan keluar sektor I, dilanjutkan goresan sampai sektor I penuh dengan terisi goresan yang tidak bertumpang tindih.
Kemudian ulangi langkah 4-5 untuk mengencerkan biakan dari sektor I ke sektor II dan sector II ke sector III. Inkubasi selama 24 jam pada suhu ruang.
keterangan :
a) Sektor O adalah tempat anda mula mula meletakan inokulum dengan lup inokulasi anda.
b) Sektor I merupakan pengenceran pertama. Garis-garis goresan pada sector I hendaknya saling terpisah seseragam dengan lup inokulasi anda.
c) Sektor II merupakan pengenceran kedua.
d) Sektor III merupakan usaha pengenceran terakhir.
HASIL dan PEMBAHASAN
Tabel .1 Hasil jumlah koloni bakteri dalam praktikum isolasi bakteri
| Nomor | Kelompok | Sampel | Jumlah koloni |
| 1 | I | Air keran | 13 |
| 2 | II | Air aquarium B | 40 |
| 3 | III | Insang ikan lele | 30 |
| 4 | IV | Usus ikan lele | 3 |
| 5 | V | Ikan peda | 0 |
Pembahasan
Pada pembahasan praktikum ini terdapat kesimpulan dari pengisolasian bakteri dengan media ikan peda tidak ditemukan bakteri, bila dilihat media ikan ini sangat disenangi oleh bakteri karena bersifat basa, hal itu di karenakan akibatkurang ketelitian pada kelompok dalam hal pengerjaan isolasi bakteri, sehingga mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.
Bila dilihat hasil, dari salah satu sampel yaitu air aquarium b dengan jumlah koloni sebanyak 40 dan disimpulkan bahwa bakteri aquarium b terhitung sangat banyak. Beberapa sampel diatas tidak terlalu tampak pada saat isolasi. Oleh karena itu pada saat penggoresan harus benar benar baik dan teliti agar mendapatkan hasil yang maksimal terhadap suatu koloni bakteri tersendiri.
Disimpulkan bahwa bakteri pada aquarium b sangat banyak dibandingkan dengan sampel isolasi bakteri yang lain, bila dibandingkan pada sampel insang ikan lele, usus ikan lele, dan ikan peda seharusnya akan terdapat lebih maksimal terhadap bakteri yang terisolasi hasilnya karena sebagian besar bakteri menyenangi media tersebut. Hal itu mungkin di karenakan pada saat penggoresan yang telah dilakukan kurang terdapat kurang ketelitian sehingga menghasilkan kurang bakteri yang terisolasi, agar mendapatkan hasil yang maksimal pada saat isolasi lakukan penggoresan dengan teliti agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Pada usus ikan lele memilikibakteri yang dapat terisolasi dalam jumlah sedikit bakteri sama halnya pada isolasi ikan peda, namun pada usus ikan lele masih ditemukan bakteri, seharusnya usus ikan lele juga terdapat lebih banyak bakteri yang terisolasi karena pada media ini adalah media yang sangat baik bagi bakteri tumbuh karena usus ikan adalah media basa untuk bakteri berkembang. Pada insang ikan lele saja terdapat bakteri sebanyak 30, dapat di simpulkan pada saat penggoresan dan pada saat penyimpanan suhu kamar dan dingin dengan baik dan bakteri yang menempel pada cawan petri sangat banyak dibandingkan dengan usus ikan lele dan ikan peda.
Maka dapat disimpulkan dari semua perbandingan antara air aquarium b dengan insang ikan lele, air keran, usus ikan lele bahwa pada saat isolasi bakteri, bakteri yang ditemukan terbanyak adalah pada sampel air aquarium b dan pada insang ikan lele.
Gambar.1. isolasi bakteri
KESIMPULAN
Setelah dilakukan praktikum tentang isolasi bakteri dari lingkungan akuatik yang dilaksanakan pada ruangan laboratorium pengolahan hasil perikanan dapat kita simpulkan bahwa dalam pengisolasian bakteri dari lingkungan akuatik memberikan kita pelajaran tentang pengisolasian bakteri secara aseptic sehingga akan dapat menghasilkan biakan bakteri secara murni dengan menggunakan metode penggoresan kwadran, dan dalam pengisolasian bakteri kita dapatkan 40 bakteri yang terbanyak dari pengisolasian bakteri yang menggunakan media air aquarium budidaya.
DAFTAR PUSTAKA
Menajang IJ. 1988. Aspek mikrobiologi dalam pembuatan peda ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Cowan ST. 1974. Cowan and Steel’s Manual For The Identification of Medical
Bacteria. Cambridge: Cambridge University Press.
Hadioetomo RS. 1988. Metode-metode Untuk Bakteriologi. Bogor: Pusat Antar
Universitas, Lembaga Sumberdaya Informasi, Institut Pertanian Bogor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar